Alasan utama di balik keraguan Daihatsu adalah tingkat edukasi masyarakat, khususnya pembeli mobil pertama, tentang mobil listrik yang masih rendah. “70% penjualan kami berasal dari pembeli mobil pertama,” jelas Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Planning PT ADM. “Oleh karena itu, kami perlu mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan mereka.”
Handayani menekankan bahwa edukasi tentang baterai, komponen utama mobil listrik, sangat penting bagi pembeli mobil pertama. Kurangnya pengetahuan tentang baterai dapat menghambat penerimaan pasar terhadap produk tersebut.
Selain itu, pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh mobil hybrid dengan pangsa pasar 77%. Mobil hybrid, yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, masih lebih populer di kalangan kelas menengah ke atas.
“Pasar EV hingga Maret 2024, BEV hanya sekitar 12,5%,” kata Agung. “Sementara 77% didominasi hybrid, seperti Innova di kelas MPV medium dan XL7 di kelas SUV medium.”
Meskipun demikian, Daihatsu tidak tinggal diam. Mereka telah menunjukkan komitmennya untuk memasuki pasar mobil listrik dengan memamerkan beberapa mobil konsep di GIIAS 2023-2024, seperti Ayla EV, Rocky hybrid, dan Vizion-F. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mobil masa depan Daihatsu.
Daihatsu masih terus mempelajari dan mempersiapkan diri untuk menghadirkan mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia.
Menutup bulan Mei 2022, pasar otomotif nasional catatkan raihan penjualan ritel sekitar 381 ribu unit, atau naik 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu sekitar 322 ribu unit. selengkapnya
Daihatsu Indonesia untuk ke-empat kalinya meraih penghargaan dari JD Power Asia Pasific sebagai peringkat pertama untuk Sales Satisfaction Index (SSI) 2018, atau Indeks Kepuasan Pelanggan saat Penjualan. selengkapnya
Penjualan otomotif nasional terus mengalami peningkatan secara bertahap di tengah dukungan pemerintah terhadap industri otomotif melalui relaksasi pajak (PPnBM). selengkapnya